PENERAPAN BIG DATA DALAM LAYANAN ELEKTRONIS (E-SERVICES)
“PENERAPAN BIG DATA DALAM LAYANAN
ELEKTRONIS (E-SERVICES)”
Abstrak
Perkembangan internet yang pesat ini misalnya aktivitas di
sosial media, peralatan yang menggunakan internet seperti yang dibahas dalam
internet of things akan menghasilkan big data. Saat ini muncul banyak penyedia
layanan big data yang mulai diaplikasikan dalam perusahaan. Pengertian Big Data bukan
berarti besarnya data yang kita punya. Big Data berarti sekumpulan data yang
sangat besar yang tidak dapat ditangani oleh aplikasi database biasa, misalnya
data search engine.
Keyword: Big Data, e-Services.
BAB I
BIG DATA
1.1 Pengertian Big Data
BIG DATA adalah sebuah teknologi
baru di dunia teknologi informasi dimana memungkinan proses pengolahan,
penyimpanan dan analisis data dalam beragam bentuk/format, berjumlah besar dan
pertambahan data yang sangat cepat.
Pengertian Big Data bukan berarti besarnya data yang kita
punya. Big Data berarti sekumpulan data yang sangat besar yang tidak dapat
ditangani oleh aplikasi database biasa, misalnya data search engine.
Mari kita melihat search engine. Dengan aplikasi biasa
database tradisional maka kita sangat kesulitan mengumpulkan data seluruh web
yang ada di muka bumi. Kesulitan juga akan muncul saat menganalisa dan
melakukan searching mengenai topik tertentu. Dalam kasus penanganan search
engine ini kita memerlukan aplikasi yang berjalan bersama-sama pada puluhan
bahkan ratusan server. Inilah contoh dari big data.
1.2 Sejarah Big Data
Istilah Big Data mulai muncul setelah Tahun 2005
diperkenalkan oleh O’Relly Media. Namun sebenarnya penggunaan data dan
kebutuhan untuk memahami data tersebut sebenarnya sudah ada sejak jaman dulu.
Faktanya data sudah dimanfaatkan sejak 7000 tahun yang
lalu ketika akuntansi diperkenalkan di Mesopotamia untuk mencatat pertumbuhan
hasil panen dan ternak. Prinsip akuntansi terus berkembang dan Tahun 1663 John
Graunt mencatat dan meneliti semua informasi tentang angka kematian di London.
Dia ingin memperoleh pemahaman dan membangun sistem
peringatan tentang wabah penyakit. Pada catatan analisis data statistik pertama
tercatat bahwa Graunt mengumpulkan temuannya dalam buku Natural and Politics
Observations Made dan Bills of Mortality, yang menyampaikan tentang penyebab
kematian pada abad ke-17.
Karena karyanya, Graunt dapat dianggap sebagai bapak dari
ilmu statistik. Semenjak itu, prinsip-prinsip akuntansi berkembang tetapi tidak
terjadi sesuatu yang luar biasa sampai abad ke-20 era informasi dimulai. Modern
data dimulai tahun 1887 ketika Herman Hollerith menemukan mesin komputasi yang
dapat membaca holes punched paper dengan tujuan untuk mengorganisir data
sensus.
ABAD KE-20
Projek pertama berkenaan data dibuat pada tahun 1937
dibawah kepemimpinan Franklin D Roosevelt. Setelah Social Security dibuat
menjadi UU pada tahun 1937, pemerintah Amerika melakukan tracking
terhadap 26 juta orang Amerika dan lebih dari 3 juta pekerja. Pada saat itu,
IBM mendapatkan kontrak untuk membangun punch card reading machine.
Mesin data processing pertama kali muncul pada tahun 1943
dan dikembangkan oleh Inggris untuk menafsirkan kode yang digunakan oleh Nazi
selama Perang Dunia II. Alat ini dinamakan Colossus. Alat tersebut digunakan
untuk menyadap pesan dengan kecepatan 5.000 karakter per detik. Sehingga
mereduksi pekerjaan yang sebelumnya diselesaikan selama berminggu-minggu
menjadi hanya dalam hitungan jam.
Pada tahun 1952 dibentuklah NSA (National Security
Agency) dan dalam waktu sepuluh tahun telah merekrut lebih dari 12.000
cryptologist. Mereka bekerja dengan informasi yang sangat banyak selama perang
dingin dan mulai mengumpulkan dan memproses data-data intelijen.
Pada tahun 1965 pemerintah Amerika Serikat memutuskan
untuk membangun pusat data untuk menyimpan lebih dari 742 juta data pajak
penghasilan dan 175 juta sekumpulan sidik jari dengan mentransfer semua catatan
tersebut dan disimpan ke dalam satu lokasi. Ini merupakan awal dari era data storage
electronic.
Pada tahun 1989 ahli komputer dari Inggris, Tim
Berners-Lee menemukan World Wide Web. Ia berkeinginan untuk memfasilitasi
pertukaran informasi melalui sistem hypertext. Ia mengetahui dampak dari
penemuannya.
Seperti pada tahun 90-an pembuatan data memicu lebih
banyak lagi device terhubung ke internet. Pada tahun 1995 super-computer
pertama dibuat. Alat tersebut mampu mengerjakan tugas dalam jumlah banyak dalam
waktu singkat.
ABAD KE-21
Pada tahun 2005 Roger Mougalas dari O’Reilly Media menciptakan
istilah Big Data untuk pertama kalinya, hanya setahun setelah mereka membuat
istilah Web 2.0. Itu mengacu pada serangkaian data besar yang hampir tidak
mungkin untuk mengelola dan memproses dengan menggunakan tools business
intelligence tradisional.
2005 merupakan tahun ketika Hadoop dibuat oleh Yahoo!
dibangun di atas MapReduce milik Google. Hal tersebut merupakan tujuan untuk
melakukan index terhadap seluruh data World Wide Web dan saat ini Hadoop
sebagai open-source digunakan oleh banyak organisasi untuk menyimpan data dalam
jumlah besar.
Seiring banyak jejaring sosial yang mulai bermunculan,
Web 2.0 mulai semakin populer
dan
lebih banyak data dihasilkan setiap harinya. Banyak Startup mulai menggunakan
data yang sangat besar dan juga bidang pemerintahan mulai bekerja menggunakan
proyek Big Data. Pada tahun 2009 pemerintah India memutuskan untuk mengambil
iris scan, sidik jari, dan juga foto dari 1.2 juta penduduk. Semua data
tersebut disimpan dalam database biometrik terbesar di dunia.
Pada tahun
2010 Eric Schmidt berbicara pada konfrensi Techonomy di Lake Tahoe, California
dan dia menyatakan bahwa “terdapat 5 exabytes informasi yang dibuat oleh
seluruh dunia diantara awal peradaban dan tahun 2003. Sekarang jumlah yang sama
tersebut dibuat setiap dua hari.”
Pada
tahun 2011 McKinsey pada seminar Big Data: The next frontier for
innovation,competition, and productivity, mengatakan bahwa pada tahun 2018
Amerika Serikat sendiri akan menghadapi kekurangan 140.000-190.000 data
scientist dan juga 1.5 juta data managers.
Dalam
beberapa tahun terakhir, jumlah Startups Big Data terus berkembang dalam jumlah
besar, semua mencoba untuk menghadapi Big Data dan membantu
organisasi-organisasi untuk memahami Big Data dan semakin banyak perusahaan
yang secara perlahan mengadopsi dan bergerak ke arah Big Data. Walaupun Big
Data telah ada sejak lama, faktanya Big Data ada ketika internet ada pada tahun
1993. Revolusi Big Data ada dihadapan kita dan masih banyak perubahan yang akan
terjadi pada tahun-tahun mendatang. (Disadur dari tulisan Mark Van Rijmenam,
CEO Datafloq).
E-SERVICES (LAYANAN ELEKTRONIS)
2.1 Pengertian E-Services
E-service merupakan suatu aplikasi terkemuka dengan
memanfaatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di daerah yang
berbeda. Teknologi memiliki peranan dalam memfasilitasi pengiriman suatu
service. Jadi layanan elektronik (e-service) adalah Layanan elektronik yang
meliputi unsur layanan e-tailing, dukungan pelanggan, dan pelayanan. Definisi
ini mencerminkan tiga komponen utama penyedia layanan, penerima layanan dan
saluran pelayanan.
2.2 Sejarah E-Services
Pada akhir 1980-an di
Eropa dan dikenal secara formal pada tahun 1993 oleh pemerintah AS, istilah
E-Government kini telah menjadi salah satu riset yang diakui terutama dalam konteks
kebijakan publik dan sekarang telah memperoleh kepentingan strategis dalam
modernisasi sektor publik. E-service (layanan elektronik) adalah istilah yang
sangat generik. E-service(layanan elektronik) merupakan layanan online yang
tersedia di internet, dimana transaksi yang valid untuk menjual dan membeli
atau sebagai lawan dari website tradisional, dimana hanya ada informasi
deskriptif yang tersedia dan tidak ada transaksi online.
BAB II
MACAM MACAM LAYANAN E-SERVICES
Berikut Adalah
Macam-Macam Layanan E-Services.
- E-Commerce Merupakan suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan computer sebagai perantara transaksi bisnis.
- E-Government Merupakan Suatu upaya untuk mengembangkan penyalenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik.
- E-Library Merupakan suatu kumpulan/koleksi artikel-artikel dan laporan yang tersedia untuk bacaan online atau download.
- E-Ticketing Merupakan suatu cara untuk mendokumentasikan proses penjualan dari aktifitas perjalanan pelanggan tanpa harus mengeluarkan dokumen berharga secara fisik ataupun paper ticket.
S
CONTOH PENERAPAN BIG DATA DALAM SALAH SATU
LAYANAN E-SERVICES
S Implementasi Big
Data dalam layanan E-Ticketing
E-Ticketing sistem untuk memudahkan orang
untuk membeli tiket untuk berbagai acara semua dari satu situs web. Tiket dapat
dibeli dengan cara ini dengan uang tunai, cek atau kredit / kartu debit. Orang
tanpa akses ke internet dapat memesan tiket melalui internet publik di terminal
atau perpustakaan di Pusat Informasi dan Visitor Centre.
Pengguna tak perlu lagi menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan
‘keamanan’ tiket nantinya. Lupakan resiko hilangnya tiket,
dicuri, tertinggal, atau bahkan tercebur air. Bahkan E-ticketing memungkinkan anda,
membelikan tiket untuk kerabat pada saat mendadak. Kemudahan yang demikian ini,
Contohnya dalam pembelian tiket pesawat atau tiket
bioskop terhadap konsumennya.
Siapapun dapat membeli tiket pada sistem online. Pengguna hanya harus mendaftar pada
sistem pembayaran kami untuk menggunakan sarana. Ini adalah proses yang sangat
sederhana dan membantu pengguna menyimpan data yang pengguna telah membeli tiket. Promoters memiliki daerah aman pada situs e-tiket
di mana mereka dapat memantau penjualan dan mencetak off daftar orang-orang
yang memesan untuk menghadiri acara mereka. pengguna perlu mendaftar sebelum Anda dapat mulai menjual tiket. Proses
pendaftaran untuk meminta informasi mengenai rincian kontak pribadi serta
rincian dan kelompok masyarakat yang harus membayar tiket pendapatan. Proses
pendaftaran juga memerlukan anda untuk menerima syarat dan ketentuan untuk
penjualan tiket on-line.
Manfaat E-Ticketing
1. Biaya
Simpanan –
Mengurangi biaya yang terkait dengan pencetakan dan mailing tiket tiket ke
pembeli. Menghilangkan atau mengurangi memerlukan tiket untuk stok, amplop dan
pos. Buruh Simpanan – Mengurangi tenaga kerja yang terkait dengan pencetakan
dan mailing tiket. Potong bawah pada upaya yang diperlukan untuk mengambil
tiket untuk membeli Akan Panggil pesanan.
2. Aman
dan Aman – E-Tiket
selamat dan aman. Barcode validasi menghilangkan kemungkinan palsu dan duplikat
tiket.
3.
Kehadiran sebenarnya Pelaporan – Cari tahu berapa
banyak Anda e-tiket patrons dihadiri Anda acara dan ketika mereka tiba.
4.
Instant Pengiriman – Tiket
pembeli senang menjadi mampu mencetak tiket mereka segera. Tidak perlu menunggu
surat atau menunggu di baris di acara tersebut. Pelanggan dapat mencetak tiket
elektronik mereka segera setelah mereka membelinya. Hal ini membuat e-tiket
yang ideal untuk hadiah menit terakhir atau menit terakhir keputusan.
5.
Informasi tambahan – E-Tiket
menyediakan ruang untuk tambahan informasi seperti peta jalan, arah, dan lain
informasi pelanggan Anda mungkin perlu tahu.
6.
Periklanan – E-Tiket
menyediakan kemampuan unik periklanan. Meningkatkan pendapatan perusahaan anda
dengan menawarkan ruang iklan pada web Anda tiket.
Langkah-Langkah E-Ticketing
Dalam proses e-ticketing terdapat beberapa langkah yang dapat
dilakuklan guna mempermudah kita dalam pemesanan tiket secara online dimana
dengan e-ticketing kita repot mengantri dalam memesan tiket.Langkah-langkah E-Ticketing sangat praktis, reservasi adalah yang
paling utama. Sabagai seorang mobile,
sibuk dan akrab dengan e-lifestyle,
ada beberapa pilihan yang tersedia bagi anda. Menelepon Call Center maskapai
penerbangan yang dipilih. Langkah berikutnya adalah pembayaran. Dengan
mengutamakan kemudahan, anda dapat melakukannya melalui ATM, serta credit card. Call Center yang menjamin keamanan saat memasukkan
nomor credit card.
Terjamin semua informasi anda akan disimpan dengan rapi dan aman. Jika
tertinggal tanda terima perjalanan, anda dapat meminta duplikatnya di seluruh
kantor penjualan tiket maskapai penerbangan (airport).
Permasalahan dan
contoh
Saat ini permasalahan pelayanan transportasi udara yang
sangat serius terjadi di wilayah perkotaan terutama di kota-kota besar dan kota
metropolitan didunia. Dominasi penngguna pesawat terbang dalam melalukan
perjalanan tidak seimbang dengan jumlah pesawat yang ada. pada akhirnya akan
menyebabkan kepadatan penumpang yang tinggi di bandara-bandara (airport).
Kondisi ini pada akhirnya akan memunculkan problem klasik
di setiap perusahaan maskapai penerbangan, seperti halnya masalah rute
penerbangan,jadwal penerbangan yang tidak tepat dan pemesanan tiket dan
lain-lain.
Salah satu solusi yang fundamental dari pemerintah
khususnya mengenai pemesanan tiket adalah dengan menerapkan system e-ticketing
pada setiap maskapai penerbangan yang ada. Karena dengan adanya system
e-ticketing dapat memudahkan kita dalam memperoleh tiket .
Namun di balik kemudahan –kemudahan yang ada terdapat juga
beberapa masalah diantaranya:
1.
Tidak semua orang mengerti tentang internet
artinya belum bisa mengoprasikan internet itu sendiri
2.
Keterbatasan pihak maskapai penerbangan dalam
memasarkan tiketnya secara online
3.
Belum semua orang mengetahui tentang
bagaimana caranya memesan tiket secara online
4.
Belum semua orang mengetahui dan paham betul
tentang e-ticketing
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka kesimpulan
yang dapat dirumuskan adalah sebagai beikut :
- Dalam layanan E-service banyak kegunaan yang bisa kita manfaatkan, kita dimudahkan dalam transaksi uang, transaksi secara online, membeli tiket pesawat atau kereta dengan mudah tidak perlu mengantri, dan dapat membaca buku secara online.
- Dengan Penggunaan E-Services lebih fleksibel dan efisien.
3.2 SARAN
- Banyak memperkenalkan E-Services kepada masyarakat, karena mastarakat cenderung belum mengetahui apa itu E-Services.
- Lebih cermat dalam Memilih Situs-situs yang menggunakan sistem E-Services.
DAFTAR PUSTAKA
S
