Senin, 07 November 2016

PENERAPAN BIG DATA DALAM LAYANAN ELEKTRONIS (E-SERVICES)




“PENERAPAN BIG DATA DALAM LAYANAN

ELEKTRONIS (E-SERVICES)






Abstrak
Perkembangan internet yang pesat ini misalnya aktivitas di sosial media, peralatan yang menggunakan internet seperti yang dibahas dalam internet of things akan menghasilkan big data. Saat ini muncul banyak penyedia layanan big data yang mulai diaplikasikan dalam perusahaan. Pengertian Big Data bukan berarti besarnya data yang kita punya. Big Data berarti sekumpulan data yang sangat besar yang tidak dapat ditangani oleh aplikasi database biasa, misalnya data search engine.
Keyword: Big Data, e-Services.




BAB I
BIG DATA

1.1 Pengertian Big Data

BIG DATA adalah sebuah teknologi baru di dunia teknologi informasi dimana memungkinan proses pengolahan, penyimpanan dan analisis data dalam beragam bentuk/format, berjumlah besar dan pertambahan data yang sangat cepat. 
Pengertian Big Data bukan berarti besarnya data yang kita punya. Big Data berarti sekumpulan data yang sangat besar yang tidak dapat ditangani oleh aplikasi database biasa, misalnya data search engine.

Mari kita melihat search engine. Dengan aplikasi biasa database tradisional maka kita sangat kesulitan mengumpulkan data seluruh web yang ada di muka bumi. Kesulitan juga akan muncul saat menganalisa dan melakukan searching mengenai topik tertentu. Dalam kasus penanganan search engine ini kita memerlukan aplikasi yang berjalan bersama-sama pada puluhan bahkan ratusan server. Inilah contoh dari big data.

1.2 Sejarah Big Data

Istilah Big Data mulai muncul setelah Tahun 2005 diperkenalkan oleh O’Relly Media. Namun sebenarnya penggunaan data dan kebutuhan untuk memahami data tersebut sebenarnya sudah ada sejak jaman dulu.
Faktanya data sudah dimanfaatkan sejak 7000 tahun yang lalu ketika akuntansi diperkenalkan di Mesopotamia untuk mencatat pertumbuhan hasil panen dan ternak. Prinsip akuntansi terus berkembang dan Tahun 1663 John Graunt mencatat dan meneliti semua informasi tentang angka kematian di London.
Dia ingin memperoleh pemahaman dan membangun sistem peringatan tentang wabah penyakit. Pada catatan analisis data statistik pertama tercatat bahwa Graunt mengumpulkan temuannya dalam buku Natural and Politics Observations Made dan Bills of Mortality, yang menyampaikan tentang penyebab kematian pada abad ke-17.
Karena karyanya, Graunt dapat dianggap sebagai bapak dari ilmu statistik. Semenjak itu, prinsip-prinsip akuntansi berkembang tetapi tidak terjadi sesuatu yang luar biasa sampai abad ke-20 era informasi dimulai. Modern data dimulai tahun 1887 ketika Herman Hollerith menemukan mesin komputasi yang dapat membaca holes punched paper dengan tujuan untuk mengorganisir data sensus.

ABAD KE-20
Projek pertama berkenaan data dibuat pada tahun 1937 dibawah kepemimpinan Franklin D Roosevelt. Setelah Social Security dibuat menjadi UU pada tahun 1937, pemerintah  Amerika melakukan tracking terhadap 26 juta orang Amerika dan lebih dari 3 juta pekerja. Pada saat itu, IBM mendapatkan kontrak untuk membangun punch card reading machine.
Mesin data processing pertama kali muncul pada tahun 1943 dan dikembangkan oleh Inggris untuk menafsirkan kode yang digunakan oleh Nazi selama Perang Dunia II. Alat ini dinamakan Colossus. Alat tersebut digunakan untuk menyadap pesan dengan kecepatan 5.000 karakter per detik. Sehingga mereduksi pekerjaan yang sebelumnya diselesaikan selama berminggu-minggu menjadi hanya dalam hitungan jam.
Pada tahun 1952 dibentuklah NSA (National Security Agency) dan dalam waktu sepuluh tahun telah merekrut lebih dari 12.000 cryptologist. Mereka bekerja dengan informasi yang sangat banyak selama perang dingin dan mulai mengumpulkan dan memproses data-data intelijen.
Pada tahun 1965 pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk membangun pusat data untuk menyimpan lebih dari 742 juta data pajak penghasilan dan 175 juta sekumpulan sidik jari dengan mentransfer semua catatan tersebut dan disimpan ke dalam satu lokasi. Ini merupakan awal dari era data storage electronic.
Pada tahun 1989 ahli komputer dari Inggris, Tim Berners-Lee menemukan World Wide Web. Ia berkeinginan untuk memfasilitasi pertukaran informasi melalui sistem hypertext. Ia mengetahui dampak dari penemuannya.

Seperti pada tahun 90-an pembuatan data memicu lebih banyak lagi device terhubung ke internet. Pada tahun 1995 super-computer pertama dibuat. Alat tersebut mampu mengerjakan tugas dalam jumlah banyak dalam waktu singkat.


ABAD KE-21
Pada tahun 2005 Roger Mougalas dari O’Reilly Media menciptakan istilah Big Data untuk pertama kalinya, hanya setahun setelah mereka membuat istilah Web 2.0. Itu mengacu pada serangkaian data besar yang hampir tidak mungkin untuk mengelola dan memproses dengan menggunakan tools business intelligence tradisional.
2005 merupakan tahun ketika Hadoop dibuat oleh Yahoo! dibangun di atas MapReduce milik Google. Hal tersebut merupakan tujuan untuk melakukan index terhadap seluruh data World Wide Web dan saat ini Hadoop sebagai open-source digunakan oleh banyak organisasi untuk menyimpan data dalam jumlah besar.
Seiring banyak jejaring sosial yang mulai bermunculan, Web 2.0 mulai semakin populer
dan lebih banyak data dihasilkan setiap harinya. Banyak Startup mulai menggunakan data yang sangat besar dan juga bidang pemerintahan mulai bekerja menggunakan proyek Big Data. Pada tahun 2009 pemerintah India memutuskan untuk mengambil iris scan, sidik jari, dan juga foto dari 1.2 juta penduduk. Semua data tersebut disimpan dalam database biometrik terbesar di dunia.

Pada tahun 2010 Eric Schmidt berbicara pada konfrensi Techonomy di Lake Tahoe, California dan dia menyatakan bahwa “terdapat 5 exabytes informasi yang dibuat oleh seluruh dunia diantara awal peradaban dan tahun 2003. Sekarang jumlah yang sama tersebut dibuat setiap dua hari.”

Pada tahun 2011 McKinsey pada seminar Big Data: The next frontier for innovation,competition, and productivity, mengatakan bahwa pada tahun 2018 Amerika Serikat sendiri akan menghadapi kekurangan 140.000-190.000 data scientist dan juga 1.5 juta data managers.

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah Startups Big Data terus berkembang dalam jumlah besar, semua mencoba untuk menghadapi Big Data dan membantu organisasi-organisasi untuk memahami Big Data dan semakin banyak perusahaan yang secara perlahan mengadopsi dan bergerak ke arah Big Data. Walaupun Big Data telah ada sejak lama, faktanya Big Data ada ketika internet ada pada tahun 1993. Revolusi Big Data ada dihadapan kita dan masih banyak perubahan yang akan terjadi pada tahun-tahun mendatang. (Disadur dari tulisan Mark Van Rijmenam, CEO Datafloq).



E-SERVICES (LAYANAN ELEKTRONIS)

2.1 Pengertian E-Services

E-service merupakan suatu aplikasi terkemuka dengan memanfaatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di daerah yang berbeda. Teknologi memiliki peranan dalam memfasilitasi pengiriman suatu service. Jadi layanan elektronik (e-service) adalah Layanan elektronik yang meliputi unsur layanan e-tailing, dukungan pelanggan, dan pelayanan. Definisi ini mencerminkan tiga komponen utama penyedia layanan, penerima layanan dan saluran pelayanan.

2.2 Sejarah E-Services

Pada akhir 1980-an di Eropa dan dikenal secara formal pada tahun 1993 oleh pemerintah AS, istilah E-Government kini telah menjadi salah satu riset yang diakui terutama dalam konteks kebijakan publik dan sekarang telah memperoleh kepentingan strategis dalam modernisasi sektor publik. E-service (layanan elektronik) adalah istilah yang sangat generik. E-service(layanan elektronik) merupakan layanan online yang tersedia di internet, dimana transaksi yang valid untuk menjual dan membeli atau sebagai lawan dari website tradisional, dimana hanya ada informasi deskriptif yang tersedia dan tidak ada transaksi online.



BAB II
MACAM MACAM LAYANAN E-SERVICES
Berikut Adalah Macam-Macam Layanan E-Services.
  • E-Commerce Merupakan suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan computer sebagai perantara transaksi bisnis.
  • E-Government Merupakan Suatu upaya untuk mengembangkan penyalenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik.
  • E-Library Merupakan suatu kumpulan/koleksi artikel-artikel dan laporan yang tersedia untuk bacaan online atau download.
  • E-Ticketing Merupakan suatu cara untuk mendokumentasikan proses penjualan dari aktifitas perjalanan pelanggan tanpa harus mengeluarkan dokumen berharga secara fisik ataupun paper ticket.
S
       CONTOH PENERAPAN BIG DATA DALAM SALAH SATU LAYANAN E-SERVICES
      
S     Implementasi Big Data dalam layanan E-Ticketing

E-Ticketing sistem untuk memudahkan orang untuk membeli tiket untuk berbagai acara semua dari satu situs web. Tiket dapat dibeli dengan cara ini dengan uang tunai, cek atau kredit / kartu debit. Orang tanpa akses ke internet dapat memesan tiket melalui internet publik di terminal atau perpustakaan di Pusat Informasi dan Visitor Centre.
Pengguna tak perlu lagi menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan ‘keamanan’ tiket  nantinya. Lupakan resiko hilangnya tiket, dicuri, tertinggal, atau bahkan tercebur air. Bahkan E-ticketing memungkinkan anda, membelikan tiket untuk kerabat pada saat mendadak. Kemudahan yang demikian ini, Contohnya dalam pembelian tiket pesawat atau tiket bioskop terhadap konsumennya.

Siapapun dapat membeli tiket pada sistem online. Pengguna hanya harus mendaftar pada sistem pembayaran kami untuk menggunakan sarana. Ini adalah proses yang sangat sederhana dan membantu pengguna menyimpan data yang pengguna telah membeli tiket. Promoters memiliki daerah aman pada situs e-tiket di mana mereka dapat memantau penjualan dan mencetak off daftar orang-orang yang memesan untuk menghadiri acara mereka. pengguna perlu mendaftar sebelum Anda dapat mulai menjual tiket. Proses pendaftaran untuk meminta informasi mengenai rincian kontak pribadi serta rincian dan kelompok masyarakat yang harus membayar tiket pendapatan. Proses pendaftaran juga memerlukan anda untuk menerima syarat dan ketentuan untuk penjualan tiket on-line.


Manfaat E-Ticketing

1. Biaya Simpanan – Mengurangi biaya yang terkait dengan pencetakan dan mailing tiket tiket ke pembeli. Menghilangkan atau mengurangi memerlukan tiket untuk stok, amplop dan pos. Buruh Simpanan – Mengurangi tenaga kerja yang terkait dengan pencetakan dan mailing tiket. Potong bawah pada upaya yang diperlukan untuk mengambil tiket untuk membeli Akan Panggil pesanan.

2. Aman dan Aman – E-Tiket selamat dan aman. Barcode validasi menghilangkan kemungkinan palsu dan duplikat tiket.

3. Kehadiran sebenarnya Pelaporan – Cari tahu berapa banyak Anda e-tiket patrons dihadiri Anda acara dan ketika mereka tiba.

4. Instant Pengiriman – Tiket pembeli senang menjadi mampu mencetak tiket mereka segera. Tidak perlu menunggu surat atau menunggu di baris di acara tersebut. Pelanggan dapat mencetak tiket elektronik mereka segera setelah mereka membelinya. Hal ini membuat e-tiket yang ideal untuk hadiah menit terakhir atau menit terakhir keputusan.

5. Informasi tambahan – E-Tiket menyediakan ruang untuk tambahan informasi seperti peta jalan, arah, dan lain informasi pelanggan Anda mungkin perlu tahu.

6. Periklanan – E-Tiket menyediakan kemampuan unik periklanan. Meningkatkan pendapatan perusahaan anda dengan menawarkan ruang iklan pada web Anda tiket.


Langkah-Langkah E-Ticketing

Dalam proses e-ticketing terdapat beberapa langkah yang dapat dilakuklan guna mempermudah kita dalam pemesanan tiket secara online dimana dengan e-ticketing kita repot mengantri dalam memesan tiket.Langkah-langkah E-Ticketing sangat praktis, reservasi adalah yang paling utama. Sabagai seorang mobile, sibuk dan akrab dengan e-lifestyle, ada beberapa pilihan yang tersedia bagi anda. Menelepon Call Center maskapai penerbangan yang dipilih. Langkah berikutnya adalah pembayaran. Dengan mengutamakan kemudahan, anda dapat melakukannya melalui ATM, serta credit card. Call Center yang menjamin keamanan saat memasukkan nomor credit card. Terjamin semua informasi anda akan disimpan dengan rapi dan aman. Jika tertinggal tanda terima perjalanan, anda dapat meminta duplikatnya di seluruh kantor penjualan tiket maskapai penerbangan (airport).


Permasalahan dan contoh

Saat ini permasalahan pelayanan transportasi udara yang sangat serius terjadi di wilayah perkotaan terutama di kota-kota besar dan kota metropolitan didunia. Dominasi penngguna pesawat terbang dalam melalukan perjalanan tidak seimbang dengan jumlah pesawat yang ada. pada akhirnya akan menyebabkan kepadatan penumpang yang tinggi di bandara-bandara (airport).
Kondisi ini pada akhirnya akan memunculkan problem klasik di setiap perusahaan maskapai penerbangan, seperti halnya masalah rute penerbangan,jadwal penerbangan yang tidak tepat dan pemesanan tiket dan lain-lain.
Salah satu solusi yang fundamental dari pemerintah khususnya mengenai pemesanan tiket adalah dengan menerapkan system e-ticketing pada setiap maskapai penerbangan yang ada. Karena dengan adanya system e-ticketing dapat memudahkan kita dalam memperoleh tiket .
Namun di balik kemudahan –kemudahan yang ada terdapat juga beberapa masalah diantaranya:
1.       Tidak semua orang mengerti tentang internet artinya belum bisa mengoprasikan internet itu sendiri
2.       Keterbatasan pihak maskapai penerbangan dalam memasarkan tiketnya secara online
3.       Belum semua orang mengetahui tentang bagaimana caranya memesan tiket secara online
4.       Belum semua orang mengetahui dan paham betul tentang e-ticketing

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka kesimpulan yang dapat dirumuskan adalah sebagai beikut :
  •        Dalam layanan E-service banyak kegunaan yang bisa kita manfaatkan, kita dimudahkan dalam transaksi uang, transaksi secara online, membeli tiket pesawat atau kereta dengan mudah tidak perlu mengantri, dan dapat membaca buku secara online.
  •           Dengan Penggunaan E-Services lebih fleksibel dan efisien.



3.2 SARAN

  •          Banyak memperkenalkan E-Services kepada masyarakat, karena mastarakat cenderung belum mengetahui apa itu E-Services.
  •             Lebih cermat dalam Memilih Situs-situs yang menggunakan sistem E-Services.



DAFTAR PUSTAKA

S






Baca selengkapnya